Kampanye Jalan Hijau, “Kalau Deket Jalanin Aja”

IMG_1677.jpeg

Oops, ini bukan ngebahas seandainya kamu dan do’i udah dekat dan sering jalan bareng terus dapat lampu hijau dari do’i kemudian kalian jadian dan happily ever after ya!!! Hehhe. Intinya bukan ngebahas sebuah hubungan, so please jangan baper dulu 😝

Yang gue maksud adalah berikut ini,
“Kualitas udara Jakarta, terburuk di Dunia”
Headline di atas sempat mewarnai berbagai media yang ada di Indonesia selama sebulanan ini. Sebenarnya gue enggak heran sih, apalagi melihat kemacetan yang berkepanjangan diiringi dengan jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta setiap harinya.

Karena hal tersebut, POLUSI menjadi concern pemerintah (khususnya Jakarta). Beberapa cara telah diterapkan, mulai dari pemberlakuan ganjil genap motor maupun penanaman Bougenville. Salah satu cara yang baru-baru ini di gencar adalah kampanye “Jalan Hijau” oleh Kementerian Perhubungan – BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) dari tanggal 19-22 Agustus 2019 di 4 lokasi, yaitu; Bekasi, Depok, Juanda, dan Sudirman.

IMG_1632.jpeg

Tepat di hari pertama, gue menuju Sudirman tepatnya di pintu masuk MRT. Sesuai kampanye yaitu “Jalan Hijau”, jadi saat itu gue berangkat dari Glodok menggunakan TransJakarta kemudian turun di Dukuh Atas. Jujur, gue bukan pengguna aktif transportasi umum massal ataupun pejalan kaki aktif dikarenakan asap knalpot yang ngebul, debu, desek-desekan, dll. Tapi karena gue mendukung program ini akhirnya gue memutuskan untuk menggunakan transportasi massal.

Nah berhubung gue sangat jarang ke daerah Sudirman, jadi saat itu gue cukup kebingungan bagaimana cara menuju Stasiun Sudirman dari Halte Dukuh Atas. Alhasil gue tanya ke setiap pejalan kaki yang gue temui.

Perjalanan dari Stasiun Dukuh Atas menuju MRT Sudirman sempat menghipnotis gue,  kenapa? Saat itu gue terpukau dengan jalur pedestrian yang begitu rapi, lebar, dan ramah untuk pejalan kaki sehingga gue merasa nyaman saat melewati kawasan itu (gue berharap jalur pedestrian ini bisa ditemui di berbagai tempat lainnya).

Setelah 10 menit gue tiba di lokasi yang menjadi tempat berkampanye.

IMG_1635.jpeg

Cukup eye catching karena tim kampanye menggunakan baju kuning-putih dengan syal hijau sambil memegang beberapa atribut.

Tim pria bertugas membawa berbagai jenis spanduk dan papan yang mengangkat tema “Jalan Hijau” yang cukup “menggelitik”, seperti :

– Bersamamu jalan kaki pun aku bahagia
– Daripada jalan sama mantan lebih baik jalan sama kaki
– Hingga ucapan terima kasih kepada para masyarakat yang turut andil dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara.

Sedangkan tim wanita membawa “tab” untuk kuisioner dan tumbler untuk di bagikan ke pejalan kaki.

IMG_1669.jpeg
IMG_1656.jpeg

IMG_1639.jpeg

Iseng dan penasaran, gue menghampiri seorang wanita untuk mengisi kuisioner. Kuisioner tersebut berisikan beberapa pertanyaan tentang jalur pedestrian, rambu, dan transportasi, serta saran untuk kemenhub kemudian (YEAYY) gue mendapatkan sebuah tumbler dan kipas kecil.

Selain tim BPTJ, ternyata acara tersebut dihadiri beberapa tv swasta dan di hadiri juga Bapak Bambang selaku ketua BPTJ. Beliau menginformasikan tentang program “Jalan Hijau” dan menghimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum massal dan berjalan kaki.

“Jalan Hijau” yang di maksud semacam tentang go green, untuk mendukung lingkungan yang bersih dan tubuh yang sehat.

IMG_1685.jpeg

Penggunaan transportasi umum massal disini berupa menggunakan KRL, TransJakarta, MRT, dan LRT dengan tujuan agar bisa mengurangi kemacetan maupun pengurangan polusi. Meskipun gue bukan pengguna aktif tapi belakangan gue cukup sering menggunakan KRL dalam aktivitas berpergian, apalagi kalo lagi males dan cape bawa kendaraan pribadi dan gue baru menyadari kalo sarana transportasi ini sangat menguntungkan.

Sedangkan kampanye berjalan kaki adalah “Kalau Deket Jalanin Aja”. Biasanya setelah selesai menggunakan transportasi massal, kita cenderung melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan konvensional atau berbasis online meskipun tujuannya sudah dekat (kalo jauh ya gpp). Dari sini, pemerintah berharap kita dapat berjalan kaki bila jaraknya bisa di jangkau atau dekat. Seperti yang kita tau jalan kaki baik untuk tubuh, beberapa manfaatnya, yaitu:

– Meningkatkan kreatifitas hingga 60%
– Mengurangi resiko terkena stroke 20-40%
– pastinya menyehatkan tubuh karena hitung-hitung sambil berolahraga.

Yuk ikut mengkampanyekan “Jalan Hijau” ke orang-orang sekitar kita dan bersama-sama belajar peduli akan lingkungan dan tubuh kita demi kehidupan yang lebih baik. ^^

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s