Pengalaman Pertama SCUBA Diving

OI000339.jpeg

!!! SCUBA DIVING !!!
Enggak pernah terlintas di benak gue untuk mencoba salah satu jenis olahraga atau hobi (yang menurut gue) mahal ini. Pasalnya sebagai orang yang enggak bisa berenang ketakutan terbesar gue adalah tenggelam.
So, ini dia pengalaman pertama SCUBA diving gue sebagai diver pemula (ngaku-ngaku diver padahal cuma coba sekali 😆).

Sebelum masuk ke intisari cerita, gue mau jelasin beberapa hal mengenai SCUBA diving dulu biar enggak menggantung;
1. Buat yang belum tau, SCUBA singkatan dari Self-Contained Underwater Breathing Apparatus. Intinya SCUBA diving adalah menyelam dengan menggunakan alat bantu pernafasan.
2. Enggak jago berenang? Kenyataannya berenang bukanlah syarat utama diving.
Takut tenggelam? enggak masalah kok!!!
Kenapa? Karena justru saat diving kita dipaksa untuk harus “tenggelam”.

IMG_9688.jpeg

Okay langsung aja….
Bermula ketika gue lagi mencari informasi destinasi wisata di Ternate. Setelah melakukan pencarian di google, mata gue tertuju ke sebuah website (blog) yang bernama Jendela Kecil Dunia. Percakapan panjang-lebar pun terjadi, hingga suatu hari Evy (sang empunya blog) ngomong;
“di Jikomalamo (tempat wisata di Ternate) cobain dive deh….. Jangan deh, jangan nyobain dive di Jikomalamo, minta ampun racunnya”.

Singkat cerita gue mulai penasaran dan berhasil terhasut meskipun sebenarnya takut.
Yang menjadi pemikiran gue adalah “Si Evy yang punya trauma tenggelam aja pernah diving!!! Masa gue sebagai cowo kalah sama dia (gengsi donk)” 😆
Akhirnya dengan yakin dan memantapkan jiwa, gue memutuskan untuk diving.

Tibalah harinya!!! Gue bersama 3 travelmate menuju La-conna Dive Club yang berada persis di depan Jikomalamo.
Arghhh… Rasanya gue pengen teriak begitu tiba di lokasi.
Air laut berwarna emerald green dengan hamparan terumbu karang yang indah, pokoknya memanjakan mata deh, rasa-nya insang ini harus segera di basahi.

JikoMalamo.jpg

Pic = Google

Setelah bertemu dengan dive master (DM), kami disuruh menitipkan semua barang bawaan kami di loker dan mengganti pakaian dengan diving wetsuit di kamar ganti.

Maklum first experience, jadi agak norak.
Ceritanya pas mau pake wetsuit rasanya kok sempit banget dan terlalu ketat, apalagi di bagian tangan dan kaki. Saking ketatnya kami harus menarik paksa, sesekali saling membantu menggunakannya agar bisa masuk.

“Eh ini ukurannya kekecilan kali ya? Ada size yang lebih besar gak?”
Kemudian MD menjelaskan “memang agak ketat karena wetsuitnya kering, nanti kalo udah kena air akan nyaman kok. Lagian pemilihan wetsuit yang ketat juga berfungsi untuk menghangatkan tubuh dari dinginnya air laut”

wow! sesaat langsung paham meskipun saat itu pengen lepasin wetsuit karena sesak banget badan gue. Seketika gue langsung menyadari perjuangan para pemain superhero yang berjuang menggunakan kostum mulai dari yang pingsan hingga hampir mati karena kostum yang terlalu ketat.

IMG_6193.jpeg

Selesai menggunakan wetsuit, kami di ajari beberapa hal mengenai diving.

* Diving Equipment:
1. BCD = Semacam life jacket yang bisa di isi dan di buang udaranya. Udara tersebut di kontrol melalui selang, tujuannya agar diver bisa mengapung dan menyelam.
2. Tabung udara yang diikatkan ke BCD kemudian di ikat ke badan
3. Mask
4. Fin
5. Regulator untuk bernafas dan ekstra regulator incase kalo ada rekan yang kehabisan oksigen jadinya bisa share
6. Weightbelt untuk pemberat
7. Gauges = Indikator gas, suhu, tekanan udara, kedalaman dan kompas.

* Basic Skills:
1. Equalize. Semakin dalam menyelam maka semakin tinggi juga tekanan bawah laut. Hal ini yang membuat telinga sakit, makanya di perlukan equalize. Caranya dengan menutup hidung, kemudian menghembuskan udara layaknya bernafas seperti biasa. Biasanya saat menyelam, DM akan memberi aba-aba jikalau kita harus equalize.
2. Bahasa isyarat tangan, seperti; naik, turun, ada masalah, equalize, oke, dll

Seusai briefing kami langsung mengenakan semua peralatan dan menuju tempat eksekusi yang berada di bawah La-Conna Dive Club.
Ohya, Berhubung ini try diving jadinya tiap kami masing-masing di dampingi satu DM dan hanya boleh menyelam dengan kedalaman maksimal 10M.

IMG_9697.jpeg

(Dag, dig, dug) takut dan excited bercampur jadi satu.
Untuk terjun ke lautpun ada tekniknya yaitu harus terjun dengan bagian punggung yang jatuh terlebih dahulu. Tahap berikutnya adalah kami harus beradaptasi menggunakan regulator di permukaan laut layaknya snorkeling.

Selesai beradaptasi, perlahan DM mulai mengurangi udara di BCD dan gue mulai turun sambil equalize. Di kedalaman 2M gue mulai panik karena sesak hingga akhirnya gue memberi isyarat untuk naik.

Tiba di permukaan gue berkonsultasi karena sesak. Selidik punya selidik ternyata permasalahannya terletak pada penggunaan regulator yang enggak benar. Begitu siap mental, gue dan DM mulai turun dan melakukan equalize setiap kali bertambah dalam.

OI000325.jpeg

Dari bawah gue bisa melihat hamparan terumbu karang dan ikan dengan berbagai jenis. Ada bangkai bis, motor, dan tiang besi yang membentuk tulisan Jikomalamo guna properti foto. Di lain sisinya gue melihat hamparan laut lepas biru gelap tanpa batas.

Spot favorit gue yaitu habitatnya ikan badut alias nemo. Rumahnya terlihat seperti ganggang menyala dan lembut layaknya jelly. Aksi menggemaskan itu saat melihat ikan tersebut keluar masuk dan mengelilingi rumahnya sambil melihat gue. Mungkin dia mau show off atau takut karena kehadiran gue.

Semakin dalam menyelam, semakin gue menikmati dan mulai menyukai diving.
Di dalam laut gue merasakan ketenangan dan menikmati setiap air yang menyentuh kulit, keindahan dari biasan cahaya matahari yang masuk menembus permukaan air, berenang bebas dengan biota laut ditemani keindahan karang.

Sayangnya udara di tangki mulai habis dan perlahan BCD diisi angin hingga akhirnya gue naik ke permukaan.

IMG_9694.jpeg

GPTempDownload 4.jpeg

IMG_9682.jpeg

GPTempDownload.jpeg

Setibanya di Permukaan, gue ber-4 mulai bercerita pengalaman masing-masing. Yang cukup mengejutkan adalah salah satu teman gue ada yang mau muntah di bawah laut. Aduh enggak bisa bayangin kalo dia beneran muntah, yang ada semua ikan bisa rebutan umpan ;p
Tapi katanya terkadang memang ada orang yang bisa mabok saat diving dan itu alami.

Pengalaman pertama scuba diving buat gue benar-benar enggak bisa dilupain. Seru banget cuiii!!! Sempat terlintas untuk bikin lisence tapi karena butuh banyak dana jadinya gue pending dulu. Semoga suatu hari ketiban rejeki dan bisa ambil lisence. AMINN!!!

IMG_9690.jpeg

Sebagai manusia yang setiap hari menapakkan kaki di tanah alias berjalan, wajar aja takut kalo ngeliat laut dalam seakan tanpa dasar. Tapi Tuhan menciptakan “pelampung” di setiap manusia yaitu paru-paru. Tinggal bagaimana kita mengatasi rasa takut dan belajar berenang aja.

FYI, 70% dari bumi adalah laut dan 30% adalah daratan. Jadi seberapa jauh kita mengaku telah keliling dunia, tetapi sebenarnya kita hanya menikmati 30% dari keindahan bumi saja.

 

Note untuk yang mau melakukan perjalanan ke tempat ini :

– Pastikan kalian dalam keadaan sehat sebelum diving

– Perhatikan baik-baik saat briefing dan bila tidak mengerti tanya lagi hingga jelas

– Jangan menginjak terumbu karang dan jangan mengganggu biota laut

HINDARI melakukan penerbangan selama 18jam kedepan setelah diving. Kenapa??
Kandungan tabung diving mengandung 21% oksigen dan 79% nitrogen.
Saat diving, gas nitrogen akan menyerap didalam tubuh (kadar tersebut masih bisa diterima paru-paru dan tidak berbahaya tapi kalo berlebihan akan berbahaya).
Hubungannya dengan naik pesawat adalah karena tekanan di pesawat sangat rendah sehingga membuat paru-paru menerima semakin banyak nitrogen dan akhirnya menjadi gelembung yang disebut Decompression Sickness dan ini yang berbahaya (bisa kelumpuhan bahkan bisa mati).

– Jangan minum-minuman keras (miras) karena mengganggu pembuangan nitrogen dalam tubuh

 

Budget Per Juni 2019 :

– Trial diving : Rp 500.000/Orang
Inc, full gear, foto underwater, guide tiap orang

TAKE NOTHING BUT PICTURES
LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS
KILL NOTHING BUT TIME

ENJOY THE TRIP !!! ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s