Danau 3 Warna

IMG_4075.jpeg

Buat kalian yang besar di era 90-an pasti udah enggak asing dengan “penampakan” gambar diatas. Yup, Danau Kelimutu atau yang dikenal dengan sebutan Danau 3 Warna ini pasti sering kalian lihat di lembaran uang nominal Rp 5.000,- keluaran tahun 1992.

Untuk melihat Danau Kelimutu kalian harus tiba di puncak Gunung Kelimutu terlebih dahulu baru kemudian bisa melihat ke-3 warna danau ini.

Gunung Kelimutu memiliki ketinggian 1.639mdpl dan berasal dari kata “Keli” yang berarti gunung dan “Mutu” yang berarti mendidih jadi bisa di artikan gunung mendidih.

IMG_3540.jpeg

Ternyata masih simpen duit 5000 dalam keadaan mulus

Biar enggak pusing nyebut gunung dan danau, saya sebutnya Kelimutu aja ya. HEHE

Nah, Kelimutu berada di Ende, Flores – NTT.
Salah satu rute termudah yang biasa orang gunakan macem begini nih…
1. Meeting point nya di bandara Haji Hasan Aroboesman – Ende.
2. Dari bandara Ende gunakan transportasi darat menuju Desa Moni (desa terakhir sebelum menuju Kelimutu) sekitar 3jam dengan “medan” berkelok dan menanjak.
3. Dari Desa Moni masih harus berkendara sekitar 30 menit menuju Kelimutu.
4. Tiba di Kelimutu dilanjutkan dengan hiking dan menaiki ratusan atau mungkin ribuan anak tangga sekitar 30-45menit hingga akhirnya tiba di puncak Kelimutu.

Sekedar info gaess..
Salah satu cara untuk menikmati keindahan Kelimutu adalah datanglah sebelum sunrise!!! Wajib hukumnya :p
Dan pastikan jangan saat musim hujan.
Biasanya wisatawan (termasuk saya) akan bermalam terlebih dahulu di Desa Moni kemudian baru berangkat sekitar dini hari ke Kelimutu biar enggak kelewatan momen melihat sunrise.

04.00 A.M. (baca : SUBUH)
Saya dan teman-teman berangkat menuju Kelimutu dari penginapan kami yang berada di Moni. Berhubung hitungannya masih malam jadi jalanan cukup gelap dan untuk menuju Kelimutu kendaraan harus menanjak sedangkan persis sebelah jalan adalah jurang. Di tambah beberapa ruas sedang mengalami perbaikan dan banyak mobil besar terparkir di pinggir.
Saya cukup salut dengan beberapa orang lokal khususnya para bule yang menggunakan motor menuju Kelimutu. Selain karena udaranya yang dingin (banget), jalanan pun cukup ngebul berdebu karena perbaikan jalan.

Sekitar 30menit kemudian kami tiba dan langsung membayar tiket masuk.
Enggak terlalu susah untuk melakukan perjalanan menuju puncak Kelimutu. Jalur tracknya cukup landai. Hanya saja perjalanan mulai melelahkan ketika harus menaiki anak tangga yang buanyaakk.
Tapi begitu sampai diatas percayalah it was pretty cool. Enggak ada perjuangan yang sia-sia. Believe me!

IMG_4113.jpeg

IMG_4096.jpeg

IMG_4098.jpeg

2 danau sebelah kiri dan 1 danau sebelah kanan

Screen Shot 2019-03-17 at 15.46.26.jpeg

Seperti namanya, danau ini memiliki 3 danau. Uniknya adalah masing-masing danau bisa berubah warna dan sudah beberapa kali mengalami perubahan warna.
Kalo dari berbagai sumber yang saya cari intinya perubahan warna terjadi karena adanya unsur-unsur semacam mineral, gas, dll. Apalagi statusnya masih merupakan gunung aktif.

BTW, masyarakat Flores yang ber-etnis “LIO”  mempercayai mitos tentang Danau Kelimutu. Mereka percaya bahwa Danau Kelimutu merupakan tempat perisitirahatan terakhir jiwa-jiwa yang sudah meninggal.
Kerap kali masyarakat masih memberikan sesajen untuk berdoa dan memohon sesuatu.

Ketiga danau tersebut mempunyai namanya masing-masing.
Begitu tiba di puncak atau setelah melewati anak tangga terakhir kita akan melihat 2 danau di sebelah kanan yang bernama,
“Tiwu Nuwa Muri Koo Fai”
Saat saya datang danau ini berwarna biru telor asin. Tapi katanya dulu pernah berwarna hijau muda, dan juga biru.
Masyarakat percaya bahwa di danau ini berkumpul jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Jadi bila ada anak muda yang meninggal, arwahnya akan berkumpul di danau ini.

Tepat di sebelahnya bernama,
“Tiwu Ata Polo”
Saat saya datang danau ini berwarna hijau tua. Sedangkan danau ini dulu pernah berwarna merah hati, dan juga cokelat.
Masyarakat percaya bahwa di danau ini berkumpul jiwa-jiwa orang yang selalu melakukan kejahatan maupun tenung/sihir.

Kalau kita melihat sebelah kiri akan tampak 1 danau yang bernama,
“Tiwu Ata Mbupu”
Saat saya datang danau ini berwarna hijau tua semacam warna cincau.
Tapi katanya dulu pernah berwarna biru dan coklat.
masyarakat percaya bahwa di danau ini berkumpul jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Selain itu masyarakat percaya kalau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” dan Tiwu Ata Polo” tercampur maka akan kiamat.

IMG_4088.jpeg

IMG_4095.jpeg

Tiwu Nuwa Muri Koo Fai dan Tiwu Ata Polo

IMG_4089.jpeg

Tiwu Ata Mbupu

Dikisahkan jaman dahulu terdapat sebuah kerajaan di puncak Kelimutu, yaitu Konde Ratu beserta rakyatnya dan juga 2 sahabat yang sama-sama ahli sihir, yaitu Ata Mbupu dan Ata Polo. Ata Mbupu merupakan penyihir baik dan suka menolong orang sedangkan Ata Polo penyihir jahat yang suka memakan orang.

Suatu ketika ada sepasang anak yatim piatu yang baru ditinggal mati oleh orangtuanya datang kepada Ata Mbupu untuk meminta perlindungan. Ata Mbupu akhirnya membantu mereka dan menyuruh mereka untuk tidak keluar dari ladang Ata Mbupu supaya tidak di makan oleh Ata Polo.

Suatu hari Ata Polo datang ke rumah Ata Mbupu dan mengetahui keberadaan sepasang anak yatim piatu tersebut dan ingin memakan mereka. Tetapi Ata Mbupu berhasil menghalangi dan meyuruh Ata Polo menunggu hingga mereka dewasa.

Mereka bernama Koo Fai dan Nuwa Muri.
Setelah beranjak dewasa, Ata Polo datang dan menagih janji kepada Ata Mbupu. Tetapi Ata Mbupu tidak ingin mereka menjadi makanan Ata Polo kemudian Ata Mbupu pergi ke perut bumi bersama ke-2 anak tersebut.

Ata polo mengejar mereka hingga akhirnya mereka semua tertelan oleh bumi. Tidak lama kemudian dari tempat mereka terkubur keluarlah air yang sekarang kita sebut Danau Kelimutu. Itulah sebabnya masing-masing danau mempunyai nama tersebut. Sedangkan “Tiwu” artinya tiga

Kelimutu mempunyai agenda tahunan untuk meningkatkan pariwisata yaitu Festival Danau Kelimutu (FDK) dan akan digelar upacara ritual “Pati” dan beberapa acara lainnya.

Selain itu Kelimutu merupakan tempat bagi flora dan fauna endemik khas Ende, seperti burung Garugiwa, tumbuhan Macaranga Gigantea, dll

20180619_070456.jpeg

20180619_073330.jpeg

Note untuk yang mau melakukan perjalanan ke tempat ini :

– Sebisa mungkin atau setelat-telatnya berangkat dari Moni itu jam 04.00 pagi.

– Bawa jaket, senter, dan air minum.

– Bawa uang cash pecahan. Karena di Puncak Kelimutu ada jual minuman dan makanan hangat.

– Bawa tripod, gorilla pod (optional) untuk timelapse sunrise.

– Pakai pakaian yang nyaman karena dingin dan perlu tracking.

– Sebisa mungkin pakai sepatu.

– Jangan melewati pagar karena cukup berbahaya.

 

Budget Per Juni 2018 :

– Pintu masuk : Rp 5.000/Orang

– Pintu masuk mobil : Rp 10.000/Mobil

 

TAKE NOTHING BUT PICTURES
LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS
KILL NOTHING BUT TIME

ENJOY THE TRIP !!! ^^

Advertisements

7 thoughts on “Danau 3 Warna

  1. Pingback: Hai Ende!!! | Go Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s