Gunung Papandayan

20180817_100518.jpeg

Sebelum baca tulisan ini, mendingan kalian baca dulu Perjuangan Menuju Papandayan

2jam!!!
Waktu yang sangat lama bila kita pakai untuk menunggu tetapi begitu singkat untuk tidur :p
Apalagi buat kami yang saat itu sangat kelelahan akibat perjalanan panjang dari Jakarta menuju Gunung Papandayan.

IMG_6775.jpeg

Jumat, 16 Agustus 2018, Pukul 6AM.

Kala itu Sinar mentari mulai “memamerkan” keagungannya *halah* (sok puitis :p). Sekaligus memaksa kami untuk bangun walaupun kami hanya tidur 2jam.
-hamba lelah T.T-

Tampak jelas pemandangan di sekeliling kami.
Deretan tebing Papandayan menjulang tinggi berwarna putih-abu-abu yang membentang luas dengan beberapa spot pepohonan yang cukup rimbun. Tampak juga bendera merah putih yang cukup panjang terpasang di tebing tersebut, maklum saat itu lagi HUT RI soalnya.

Dengan berbekal kompor portable dan mie instan, kami mengawali pagi dengan memasak dan makan di area parkir (make sure jangan berantakan dan please buang sampah pada tempatnya ya gaes). Entah kenapa rasanya kurang afdol kalo naik gunung tapi enggak makan mie instan :p
Kemudian kami langsung berkemas membawa barang-barang yang kami butuh dan bergegas untuk memulai pendakian.

Sedikit info.
Gunung Papandayan sangat populer di kalangan pendaki khususnya pendaki pemula. Jalur tracking sudah jelas, ada toilet umum, bahkan ada warung yang menjual berbagai makanan hingga buah-buahan. Disini pendaki sangat “dimanjakan” dengan fasilitas tersebut. Oleh karena itu Gunung Papandayan sangat cocok untuk orang yang baru mau belajar mendaki.

IMG_6778.jpeg

IMG_6791.jpeg

Upacara Bendera

IMG_6792.jpeg

POS 1 atau DAVID CAMP.
Dari pintu gerbang pendakian kami mulai memantabkan langkah dan mulai menanjak mengikuti jalur beraspal dengan berbagai tanaman disepanjang jalan yang ter-tata rapi hingga akhirnya kami berhadapan dengan hamparan bebatuan luas nan gersang dengan latar gunung yang menjulang dan langit biru bersih tanpa awan. Tampak juga Belerang yang menyembur di beberapa spot beserta bau khasnya.
Maklum aja gunung yang memiliki ketinggian 2.665 mdpl ini masih terhitung aktif.

Meskipun Gunung Papandayan cukup landai, tetapi ada beberapa tempat yang cukup curam. Di tambah jalan bebatuan dan berpasir membuat kami harus berhati-hati takut terjerembab karena licin plus ngebul karena hentakan kaki orang di depan kami.

Beberapa kali motor jenis trail ikut “menanjak” melewati kami dengan membawa barang. Selidik punya selidik ternyata trail tersebut bisa sampai area camp. Tapi hanya untuk membawa barang.

IMG_6795.jpeg

IMG_6826.jpeg

IMG_6798.jpeg

IMG_6817.jpeg

CAMP GUBBER HOOD.
Perjalanan kami lanjutkan hingga tiba di Camp Gubber Hood. Biasanya orang akan mendirikan tenda di Pondok Salada, tetapi Gubber Hood menjadi salah satu opsi atau alternatif untuk mendirikan tenda karena berlokasi dekat dengan toilet dan warung.

Karena kami enggak mendirikan tenda dan emank dari awal enggak berniat camping jadinya kami langsung melanjutkan perjalanan dan langsung menuju kawasan hutan mati.

HUTAN MATI
Terdengar menakutkan, tapi percayalah enggak seseram dari namanya.justru ini menjadi salah satu icon dari Gunung Papandayan.

Hutan mati merupakan kawasan tandus dimana pohonnya benar-benar sudah mati akibat erupsi bertahun-tahun lamanya. Yang tersisa disini hanyalah batang pohon dan ranting yang masih berdiri kokoh. Menariknya disini salah satu spot yang cukup instagrammable banget nih :p

IMG_6889.jpeg

IMG_7007.jpeg

TEGAL ALUN
Sebelum menuju tegal alun kami sempat dilemma karena tidak tau akses menuju TKP. Kemudian kami sempat di tawarkan untuk menggunakan jasa pemandu untuk sampai di Tegal Alun, tapi berhubung kami “bapet” alias pelit yaudah deh kami menolak dan main nekad. Untungnya saat itu banyak pendaki yang menuju tegal alun juga, alhasil kami mengekor dari belakang.

Perjuangan banget sih menuju tegal alun, karena jalur nya cukup curam. Jalur track nya bertanah dan berpasir jadi kalo jalan menanjak buset deh ngebul nya bukan main, saya sampai jaga jarak dengan yang ada di depan saya.

Hingga akhirnya kami tiba setelah menembus kawasan hutan.

Tegal alun merupakan kawasan yang di incar pendaki karena merupakan kawasan padang edelweiss yang luas. Surely disana indah banget dan katanya Tegal Alun adalah puncak tertinggi di Gunung Papandayan.

IMG_6891.jpeg

Screen Shot 2019-03-12 at 20.21.16.jpeg

IMG_6945.jpeg

PONDOK SELADA
Seperti yang sempat saya singgung di Camp Gubber Hood, Pondok Selada merupakan camp ground dan salah satu tempat camp terakhir. Tapi Sayangnya kami enggak menginap dan kami memutuskan enggak mampir ke pondok selasa dengan alasan menghemat waktu..

IMG_6978.jpeg

 

Note untuk yang mau melakukan perjalanan ke tempat ini :

– Masker, jaket, sarung tangan, minum, tongkat (optional)

– Untuk yang menginap atau berencana camping :

  • Pastikan kalian membawa peralatan camping, seperti : tenda, kompor, alat makan dan persediaan makanan, alat mandi, pakaian, jaket, sarong tangan, kupluk, selimut atau sleeping bag (NOTE : disana itu dingin bangettt), senter, dll. Pokoknya peralatan camping utama.
  • Sebelum tidur pastikan makanan kalian di gantung kalau enggak mau di terjang babi hutan saat tidur.
  • Bawa kamera tercanggih yang kalian miliki untuk mengabadikan moment indah di malam hari, yaitu hunting Milky Way dan jutaan bintang.

 

Budget Per Agustus 2018 :

– Tiket masuk : 30.000/Orang

– Tiket mobil : 35.000/Mobil

– Kalo mau camping tambah : Rp 35.000/Orang

 

TAKE NOTHING BUT PICTURES
LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS
KILL NOTHING BUT TIME

ENJOY THE TRIP !!! ^^

Advertisements

One thought on “Gunung Papandayan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s