Morinda Villa and Resto

IMG_2369.jpeg

Mendengar kata Sumba biasanya identik dengan deretan bukit-bukit yang berjejer nan eksotis lengkap dengan padang rumput yang menguning maupun menghijau. Terpana dan takjub pasti akan dirasakan bagi yang melihatnya. Bisa dibilang keindahan Sumba udah enggak perlu disangsikan lagi, meskipun jarak antar satu tempat wisata dengan yang lain terpaut cukup jauh, tapi terbayarkan sudah dengan apa yang akan kita dapatkan.

Terlepas dari adanya jarak diantara kita, EHHH* maksudnya jarak antar tempat wisata. Di Sumba Timur ada satu tempat penginapan yang menawarkan keindahan alam yang spektakuler :p, ini dia Morinda Villa and Resto

Terletak di sebuah bukit daerah Kiritana, Morinda bisa dicapai dengan berkendara 1jam dari Bandar Udara Umbu Mehang Kunda-Waingapu.

Saya bersama 4 teman saya memulai perjalanan dari bandara Waingapu.
Sepanjang perjalanan menuju Morinda kami hanya melewati perkampungan lokal yang kalo dilihat-lihat mirip perkampungan pada umumnya. Hingga akhirnya mata saya tertuju kepada aliran air segar bening yang cukup besar. Warga sekitar menggunakannya untuk mencuci, mandi, dan bermain air, terlihat dari beberapa anak sedang asik bermain air dengan teman sebayanya.

Awalnya saya pikir itu adalah sungai, tapi ternyata sebuah bendungan yang bernama Kambaniru.

Kemudian perjalanan kami semakin menanjak dan sudah terlihat banyak bukit yang indah yang “tersusun” rapi yang menandakan sudah dekat dengan Morinda, sekaligus menandakan ketidakberdayaannya sebuah hp alias NO SIGNAL.

IMG_2364.jpeg

IMG_2385.jpeg

Sebuah gerbang kecil sudah siap menyambut kami dengan tanjakan yang cukup curam hingga akhirnya kendaraan kami tiba di parkiran.

Sesaat ketika kami turun, kami pun mulai terpana dengan apa yang kami lihat dan langsung kami abadikan dengan kamera dari hp. Sebuah lembah luas dengan latar bukit-bukit yang terlihat berlapis-lapis dan bendungan Kambaniru besar yang terlihat seperti sungai yang sedang mengalir pelan dan beberapa pohon terlihat di pinggir sungai tersebut juga ada sawah dan padang rumput yang begitu menggoda untuk di lihat. Sulit untuk dijelaskan karena terlalu indah. Pokoknya sesuai dengan gambar yang saya post deh :p

20180614_155400.jpeg

IMG_2565.jpeg

IMG_2557.jpeg

Okay setelah puas di goda, EHH*
Saya langsung menuju receptionist untuk check in.

Awalnya saya memesan 1 kamar melalui booking.com, tapi karena suatu hal saya membatalkan pemesanan kemudian saya kembali memesan 2 kamar melalui agoda.com.

Begitu saat saya check in hanya terdaftar 1 kamar yang katanya sudah saya pesan via booking.com (entah bagaimana bisa terdaftar padahal sudah saya cancel), sedangkan 2 kamar yang saya pesan melalui agoda.com tidak terdadtar sama sekali.
Ketika saya tanya, katanya, Morinda tidak pernah bekerja sama dengan penyedia agent manapun selain booking.com.

Morinda hanya mempunyai 5 kamar. Masing-masing hanya bisa diisi maksimal 3 orang dengan penambahan / di charge extrabed seperti penginapan pada umumnya.

Akhirnya saya pun mencoba until memesan 1 kamar lagi di TKP, tapi sayangnya semua sudah full. Alhasil saya pun bernego dan memberikan tampang minta di kasihani alias memelas.
Ternyata “jurus” tersebut cukup ampuh dan saya mendapat belas kasihan dari Morinda (terimakasih Morinda ^^).

Akhirnya 1 kamar tersebut di isi lah oleh kami ber-5 dengan penambahan 3 extrabed.

IMG_2541.jpeg

Ruang Resepsionis

IMG_2381.jpeg

IMG_2383.jpeg

Tempat Makan

Tidak sabar dengan kamar yang akan kami tempati, bergegaslah kami menuju kamar. Ternyata semua kamar menghadap pemandangan yang sama yaitu lembah yang tadi saya ceritakan.

Siapa yang tidak betah berlama-lama di kamar. Sayapun jatuh hati dengan tempat ini.

Kamar di Morinda berbentuk seperti sebuah rumah panggung yang menjorok ke lembah dengan tembok beton dan beratapkan jerami.

Setiap kamar terdapat teras lengkap dengan bean bag untuk bersantai. Sedangkan dalam kamar hanya terdapat fasilitas hiburan berupa sebuah tv untuk menonton. Jangan berharap bisa nonton semacam AXN, HBO, atau channel luar lainnya, karena siaran dalam negri seperti TVRI aja enggak ada. Mungkin karena jaringan yang belum terjangkau layaknya sinyal hp.

“terus buat apa ada tv?”
Untungnya pihak Morinda menyediakan sebuah dvd serta beberapa keping cd agar tamu bisa menonton.

Sedangkan dari dalam kamar kita bisa melihat pemandangan lembah dan bukit dari jendela kaca kamar. Awalnya saya pikir kami akan tidur berhimpitan, nyata nya kamar tersebut cukup luas untuk kami ber-5.

IMG_2377.jpeg

IMG_2571.jpeg

IMG_2566.jpeg

Sedangkan kamar mandi nya bisa dibilang hampir seukuran kamar tidurnya hanya lebih kecil sedikit.

Bukan hanya di kamar saja kami bisa melihat pemandangan, bahkan di kamar mandi pun disediakan jendela kaca yang cukup besar untuk menikmat pemandangan tersebut.

Siapa yang tidak tergoda berlama-lama di kamar mandi? (Saya si berharapnya enggak ada orang yang menggunakan teropong untuk mengintip di balik bukit tersebut :p)

Tapi sayangnya tidak berlaku bagi kami yang harus berbagi kamar mandi dan mengejar waktu.

IMG_2372.jpeg

Saat saya kembali untuk ke-2 kalinya ke Morinda, saya mendapat kamar yang berbeda. Setelah diperhatikan hanya ada 1 kamar dengan deskripsi diatas. Sisanya hanya kamar yg lebih kecil dan kamar mandi yang (juga) lebih kecil bahkan tanpa view sama sekali. Mungkin tergantung amal dan ibadah :p
Tapi tetap indah dengan pemandangan khas Morinda.

Ohya Morinda juga sedang menambahkan 5 kamar yang berarti totalnya menjadi 10 kamar. Semoga cepat selesai ya ^^

IMG_0601.jpeg

Pemandangan Dari Dalam Kamar

IMG_2787.jpeg

Note untuk yang mau melakukan perjalanan ke tempat ini :

– Seperti yang sudah saya jelaskan kalo disini enggak ada sinyal, kalaupun ada hanya “e/gsm” itupun hanya di beberapa spot tertentu dan kadang-kadang hanya numpang lewat saja. Mungkin emank sengaja dan ingin menawarkan konsep ketenangan, hitung- hitung detok dari gadget :p

– Meskipun disediakan alat mandi, enggak ada salahnya membawa alat mandi sendiri

– Bawa snack (kalo butuh) karena daerah penginapan enggak ada yang menjual cemilan, meskipun Morinda menyediakan restoran tapi enggak buka 24 jam.

– Bawa card/board game untuk mengisi kekosongan hati yang udah lama menjomblo, Ooopss* biar gak bosan aja kalo malam maksudnya.
Kalo enggak kalian bisa hunting milky way. Biasanya petugas akan mematikan lampu sekitar area parkir kalau-kalau ada tamu yang ingin foto bintang.

– Jangan buka pintu terlalu lama, karena takut segala kenangan masa lalu akan masuk :p, maksudnya serangga. Jangan terlalu serius ya ^^

 

Budget Per Juni 2018 :

– Morinda Villa and Resto : Rp 650.000/Kamar/2orang
Include breakfast

TAKE NOTHING BUT PICTURES
LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS
KILL NOTHING BUT TIME



ENJOY THE TRIP !!! ^^

Advertisements

2 thoughts on “Morinda Villa and Resto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s